Senin, 26 April 2010

Makalah Tes dan Pengukuran Penjas

BAB I
PENDAHULUAN


A. Latar Belakang
Pada kehidupan manusia pasti akan dihadapkan dengan beberapa masalah yang ada, sangat kompleks sekali masalah demi masalah yang muncul. Dengan segenap kemampuan yang dimiliki manusia, manusia akan selalu berusaha untuk menyelesaikan semua masalah-masalah itu. Tetapi terkadang seseorang akan lupa terhadap apa yang terjadi pada dirinya sendiri, lebih-lebih pada masalah fisik, yaitu tentang kesegaran jasmani. Banyak dari mereka yang sibuk, akan lupa terhadap kesehatan dan kestabilan kesegaran jasmaninya.
Kesegaran jasmani seseorang adalah kemampuan tubuh seseorang untuk melakukan tugas pekerjaan sehari-hari tanpa menimbulkan kelelahan yang berarti, untuk dapat mencapai kondisi kesegaran jasmani yang prima seseorang perlu melakukan latihan fisik yang melibatkan beberapa komponen kesegaran jasmani dengan metode latihan yang benar.
Semakin tinggi tingkat kesegaran jasmani seseorang, semakin besar kemampuan fisiknya dan produktifitas kerjanya, khususnya dalam bidang olahraga. Bagi guru pendidikan jasmani ataupun pelatih, sangat penting mengadakan pelatihan-pelatihan untuk meningkatkan kesegaran jasmani siswa atau atlet untuk mengembangkan prestasi. Selain itu para Guru atu Pelatih akan membutuhkan sesuatu yang dinamakan demngan evaluasi. Yang bertujuan untuk mengoreksi dan mengetahui seberapa tingkat dan perkembangan setelah melakukan beberapa tahap latihan. Sebagai Pelatih dan Guru olahraga, yang bertanggung jawab atas prestasi anak asuhannya. Perlu melengkapi dirinya dengan pengetahuan tentang cara-cara mengukur dan menilai status kondisi fisik tersebut. Dan statrus kondisi fisik seseorang hanya mungkin diketahui dengan pengukuran dan penilaian yang berbentuk beberapa tes kemampuan.
Cara evaluasi yang tepat yang harus dilakukan yaitu dengan cara Tes dan Pengukuran terhadap atlet ataupun siswa. Tes dan pengukuran dapat dilakukan dengan beberapa cara dan tahap yang mempunyai manfaat dan tujan dilakukannya tes tersebut. Dan tes tersebut dibagi menjadi bebrapa komponen kondisi fisik serta beberapa jenis tes yan sudah dikelompokan.
Dengan melakukan tes dan pengukuran ini kita dapat mengambil beberapa manfaat, diantaranya kita dapat mengevaluasi tahap latihan yang telah dilakukan, dengan hal itu kita dapat mengetahui seberapa perkembangan kondisi fisik seseorang, selain kita bisa mengembangkan prestasi atlet, kita juga bisa menjadikan ini sebagai bahan perbaikan dalam pemebelajaran atau pelatihan. Kita juga dapat termotivasi oleh hasil yang diambil dalam tes dan pengukuran ini, atau bahkan kita dapat menggunakan data ini untuk bahan sebuah penelitian.

B. Rumusan Masalah
1. Apa Penngertian Tes dan Pengukuran Olahraga ?
2. Apa Saja Komponen Kondisi Fisik dan Apa Saja Jenis Tes Di Dalamnya ?
3. Bagaimana Prosedur Masing-Masing Jenis Tes ?
4. Apa Saja Tes yang dibutuhkan Dalam Cabang Olahraga Sepak Bola ?

C. Tujuan Pembahasan
1. Untuk menjelaskan Pengertian Tes dan Pengukuran Olahraga
2. Untuk menjelaskan Komponen Kondisi Fisik
3. Untuk menjelaskan Macam-macam tes
4. Untuk menjelaskan Bagaimana Prosedur Masing-Masing Jenis Tes
5. Untuk menjelaskan beberapa Tes yang ada Dalam Cabang Olahraga Sepak Bola

D. Manfaat pembahasan
1. Agar kita tahu tentang Pengertian Tes dan Pengukuran Olahraga
2. Agar kita tahu tentang Komponen Kondisi Fisik
3. Agar kita tahu tentang Macam-macam tes
4. Agar kita tahu tentang Bagaimana Prosedur Masing-Masing Jenis Tes
5. Agar kita tahu tentang beberapa Tes yang ada Dalam Cabang Olahraga Sepak Bola


BAB II
PEMBAHASAN


A. PENGERTIAN TES DAN PENGUKURAN
Tes dan pengukuran dapat kita definisikan seperti berikut :
TES : Suatu instrumen yang digunakan untuk mengumpulkan data atau informasi tentang seseorang / suatu obyek tertentuk (bentuk atau sasaran)
PENGUKURAN : Suatu proses untuk memperoleh besaran kuantitatif dari suatu obyek tertentu dengan menggunakan alat ukur yang baku. (alatnya)
Jadi dapat kita simpulkan bahwa tes dan pengukuran olahraga adalah kumpulan informasi dari dari sesuatu yang diukur, hasilnya hanyalah data-data atau angka-angka hasil pengukuran dan hasil penguukran ini dilakukan untuk evaluasi atau untuk mengembangkan prestasi olehraga.”

B. TES ANTROPOMETRI
Tes untuk mengetahui Komposisi tubuh maupun bentuknya atau pengukuran atas struktur tubuh manusia. Beberapa pengukuran antropometri pokok/dasar antara lain :
1. Berat Badan ( Body Weight )
2. Tinggi Badan ( Stature Hight )
3. Tinggi Duduk ( Sitting Height )
4. Lebar Bahu ( Bi-acromiale diemeter )
5. Lebar Pinggul ( Bi-ilium diameter )
6. Lebar Sendi Siku ( Bi-epicondilar diameter humerus )
7. Lebar Sendi Lutut (Bi-epicondilar diameter femur )
8. Tebal Lemak Kulit ( skinfold caliper )
 Tricep  Subscapula  Abdominal  Quadriceps
 Biceps  Suprailium  Hamstring
Tujuan akhir dari pengukuran Antropometri adalah menetapkan bentuk atau tipe badan seseorang. Tapi pada bahasan kali ini hanya akan dibahas tentang Berat Badan ( Body Weight ), Tinggi Badan ( Stature Hight ) dan Indeks Masa Tubuh (IMT).
Berat Badan ( Body Weight ), Tinggi Badan ( Stature Hight )
Pengukuran tinggi badan dan berat badan sangat penting manusia lebih-lebih pada pengembangan prestasi bagi siswa atau atlet. Dengan Pengukuran tinggi dan berat badan dapat mengetahui IMT ( indeks masa tubuh ).

Prosedur pelaksanaan tes sebagai berikut :
a. Berdiri tegak lurus
b. Pandangan lurus kedepan
c. Saat pengukuran berat badan, atlet atau orang coba menggunakan pakaian seminim mungkin
d. Tinggi badan satuan alatnya adalah Cm, berat badan satuan alatnya adalah kilogram (Kg).
e. Alat yang digunakan, antropometer, meteran yang sudah ditera dan timbangan yang sudah ditera
Standar berat badan ideal ( Brocce Formula )

Berat Badan ideal = 90 % X ( Tinggi Badan – 100 )

Batas kewajaran sebagai berikut :
Paling Berat = 120 % X ( Tinggi Badan – 100 )
Paling Ringan = 80 % X ( Tinggi Badan – 100 )


Ex :
Diket : Berat badan = 70 Kg
Tinggi badan = 172 cm
BB ideal = 90% x (172 -100 )
64, 8 kg
Berat badan max = 120 % x (172 – 100 )
86.4 kg
Berat badan min = 80 % x (172 – 100 )
57,6 kg

Bila lebih dari 86,4 kg berarti terlalu gemuk.
Bila kurang dari 57,6 kg berarti terlalu kurus
Dari data yang diperoleh dari pengukuran tinggi dan berat badan, akan dapat diperoleh juga data Indeks Masa Tubuh.

Yaitu dengan rumus IMT sebagai berikut :
IMT=

Keterangan :
BB = Berat Badan ( Kg )
TB = Tinggi Badan ( cm )
IMT = Indeks Masa Tubuh ( Kg/m)

Ex :
Diket : BB = 70 Kg
TB = 172 Cm
IMT = ??
IMT = 70 = 70 = 70 = 23.66 ( Kg/m)
(172)2 cm (2958)cm (2, 958)m

Ketentuan IMT:
Underweight = 12 - 19 kg/m
Ideal = 20 - 25 kg/m
Overweight = 26 - 29 kg/m
Obesitas = > 29 kg/m

C. TES KELENTUKAN ( FLEXIBILITY )
Tes kelentukan atau flexibility meter dilakukan untuk memperoleh data dimana dari data tersebut kita dapat mengetahui tingket kelentukan seseorang. Tingkat kelentukan seseorang pasti berbeda satu sama lain. Sehingga memang perlu diadakan pengukuran untuk mengambil data kelentukan seseorang, karena sangat bermanfaat untuk beberapa tujuan yang diinginkan seseorang.
Alat yang digunakan untuk tes kelentukan biasanya yaitu bangku/mistar dengan ukuran 50 cm atau biasa juga yang disebut dengan Flexibility Meter. Satuan alat ini yaitu Centimeter (Cm).Ada beberapa macam jenis tes dari tes kelentukan atau flexibility. Tapi akan dijelaskan dibawah tentang 2jenis tes kelentukan, yaitu sit and reach dan standing trunk flexion.
 Sit and Reach
Prosedur pelaksanaan tes :
 Peserta atau orang coba tidak memkai alas kaki
 Peserta duduk dengan kaki lurus menyentuh balok tes.
 Lutut bagian belakang lurus ( tidak boleh ditekuk )
 Pelan-pelan bungkukkan badan dengan posisi tangan lurus, ujung jari dari kedua tangan menyentuh mistar skala/pengukur.
 Tangan yang mendorong harus selalu menempel di alat tes.
 Dimulai dari angka -20.
( karena tingkat kelentukan masing- masing individu itu berbeda-beda, jadi jika hal ini dimulai dari angka nol, objek sudah tidak mampu )
 Dilakukan 3 x, diambil hasil tes yang terbaik.
Norma Sit and reach.
Kategori Pria Wanita
Bagus Sekali +21 +22
Bagus +17 +18
Sedang +11 +12
Cukup +5 +8
Kurang -2 +2
 Standing Trunk Flexion
Prosedur pelaksanaan tes :
 Peserta atau orang coba tidak memakai alas kaki
 Peserta berdiri dengan kaki lurus diatas balok tes.
 Lutut bagian belakang lurus ( tidak boleh ditekuk )
 Pelan-pelan bungkukkan badan dengan posisi tangan lurus, ujung jari dari kedua tangan menyentuh mistar skala/pengukur.
 Tangan yang mendorong harus selalu menempel di alat tes.
 Dimulai dari angka -20.
( karena tingkat kelentukan masing- masing individu itu berbeda-beda, jadi jika hal ini dimulai dari angka nol, objek sudah tidak mampu )
 Dilakukan 3 x, diambil hasil tes yang terbaik.

D. TES KELINCAHAN ( AGILITY )
Tes agility atau yang kita kenal sebagai tes kelincahan terdiri dari bebrapa gabungan komponen fisik yang lain. Tes agility terdiri dai kelentukan, kecepatan, dan keseimbangan.sehingga memang tes agility ini sangat manfaatnya dan sangat dibutuhkan dikalangan penguji atau pengetes ( guru atau pelatih pada khususnya ). Bagi orang ciba atau atlet akn membutuhkan bebrapa kemampuan dan dasar dari ketiga komponenn ( kelentukan, keseimbangan, dan kecepatan ) tersebut jika akan melakukan tes agility atau kelincahan.
Ada beberapa macam jenis tes dari tes Kelincahan atau Agility, Tapi akan dijelaskan dibawah tentang 2jenis tes kelincahan. Yaitu Squat Thrust dan Shuttle Run.
 Squat thrust
Prosedur pelaksanaan tes :
• Pelaksanaan tes dilakukan selam 30 detik
• Posisi berdiri, kemudian dimulai dengan meloncat keatas dengan tangan diangkat keatas.
• Setelah meloncat, ketika turun, langsung ke posisi jongkok dan tangan menyntuh lantai didepan tubuh.dibarengi dengan kaki yang langsung dibuang kebelakang, kaki lurus, begitu juga tangan yang lurus menyentuh lantai, sehingga posisi tubuh Push- up.
• Setelah itu posisi kaki dipindah lagi ke posisi jongkok untuk mengambil awalan untuk loncat lagi atau ke posis mulai..
• Dapat dihitung sekali ketika satu loncatan.
• Jika tidak sesuai dengan prosedur tes, maka tidak dihitung.
 Shuttle Run
Shuttle run yaitu biasa dikiaskan lari bolak-balik. Ditempuh dengan jarak 40 meter. Jarak lintasan bisa dimodifikasi sendiri oleh pengetes. Jika terdapat tiga garis dan masing-masing garis berjarak 5 meter, maka orang coba akan melakukan 4 kali melewati garis finis.
Ex : A Start / Finis B
1
2
3
4

5

Keterangan :
Terdapat 3 garis, garis A, garis B dan garis start finis.
Tanda panah adalah praktek lari yang akan dilakukan oleh orang coba.

Prosedur pelaksanaan tes :
• Start berdiri.
• Kaki menginjak garis start dan tidak boleh melebihi garis start.
• Menunggu aba-aba ( peluit atau ucapan ” siap, ya”
• Kedua kaki melewati garis A kemudian lari menuju garis B dan melewatinya, lalu kembali lagi.
• Finis, jika salah satu kaki menginjak garis finis.
• Alat yang harus disiapkan sebelum tes yaitu, stop watch, peluit, dan 3 garis.

E. TES KESEIMBANGAN ( BALANCE )
Tes ini dilaksanakan agar penguji atau pengetes dapat mengetahu tingkat keseimbangan orang coba atau atlet. Tes ini juga akan bermanfaat untuk pengembangan prestasi, motivasi dan tujuan pengukuran yang lain yang dibutuhkan penguji.
Di dalam komponen tes keseimbangan terdapat banyak macam jenis tes yang bisa dilaksanakan. Diatntaranya adalah:
1. Static Balance
2. Tripod balance
3. Tip Up Balance
4. Handstand
5. Head Balance
Tapi dibawah ini akan dijelaskan prosedur pelaksanaan tes keseimbangan yang menggunakan alat coba yang bernam Balance One
Prosedur Pelaksanaannya sebagai berikut :
 Pertama-tama. Alat tes harus On. Tombol On/Off berada dibelakang.
 Alat pijakan keseimbangan disatukan dengan alatnya.
 Alat tes bisa disesuaikan dengan tinggi badan orang coba.
 Setelah itu berdiri diatas alat pijakan dengan satu kaki saja.
 Antara kaki yang satu dengan kaki yang lain tidak boleh bersentuhan atau fikasih jarak keduanya.
 Tangan direntangkan dan mata dipejamkan.
 Alat akan menghitung jika sudah ada tanda mulai brupa bunyi. Sebelumnya alat akan menhitung mundur dari 5. baru akan menghitung.
 Satuan alat ini adalah detik
 Dilakukan 3 kali, diambil hasil yang terbaik.
 Standart hasil tes ini adalah 10 detik.
Semakin banyak semakin bagus.

F. TES REAKSI
Tes reaksi pada dasarnya dilaksanakan untuk mengetahui tingkat reaksi seseorang dalam suatu kondisi tertentu.hal ini sangat diperlukan dalam pengembangan prestasi. Karena akna banyak kita hadapi berbagai situasi dal berolahraga.
Tes reaksi diantaranya adalah Whole Body Reaction dan Speed Anticipation Reaction.
Whole Body Reaction
Jenis tes ini terdapat dua macam. Yaitu Visual dan Audiovisual.
Jika visual hanya menggunakan alat indra mata saja dalam tes ini.yaitu dengan melihat cahaya pada alat tes. Disana akan terdapat tiga warna. ( red, blue, and yellow )
Tetapi jika yang Audiovisual yaitu menggunakan mata dan telinga, karena yang akan terdapat di alat tes adalah suara dan cahaya.( 50, 1k, 3k )
Prosedur pelaksanaan tes ( visual) :
o Alat on
o Orang coba berdiri pada alas tumpu yang tersedia. ( boleh rileks saja )
o Pandangan kearah sensor yang akan mengeluarkan cahaya.
o Ketika lampu menyala, orang coba secepatnya melakukan reaksi dengan membuka kedu kaki atau mengeluarkan kedua kaki dari alas tumpu tadi.
o Satuan alat ini adalah detik
o Dilakukan 3 kali, diambil hasil yang terbaik.
o Norma Whole Body Reaction
Kategori Prestasi (dtk)
Istimewa 0.001 – 0.100
Bagus Sekali 0.101 – 0.200
Bagus 0.201 – 0.300
Cukup / Sedang 0.301 – 0.400
Kurang 0.401 – 0.500
Kurang Sekali 0.501 – ke atas

Speed Anticipation Reaction
Tes ini dilaksanakan untuk mengetahui antisipasi seseorang.
 Alat on
 Terdapat tombol start dan restart
 Satuan alatnya Second
 Norma
Normal 1.00- 2.00 detik
Tidak Normal 0.99 kebawah dan 2.01 keatas
 Di dalam papan alat tesTerdapat daerah momentum dan blank spot
 Orang coba duduk di depan papan tersebut.
 Perhatikan cahaya yang berjalan di daerah momentum
 Dan bayangkan cahaya itu tetap berjalan pada daerah blank spot dan pencet tombol jika sudah anda bayangkan cahaya itu sudah masuk pada lingkaran.

G. TES STERNGTH ( KEKUATAN )
Tes strenght atau tes kekuatan sangat dibutuhkan dalam pembinaan prestasi atlelt atau orang coba, selain kita akan dapat mengetahui seberapa kemampuan kekuatan orang coba, secara langsung akan mendapat nilai latihan untuk pengembangan fisik seseorang, terutama pada sit up, push up, dan back up, dan masih banyak lagi jenis tes yang temasuk dalam tes strength.
Jika tes kekuatan maka melakukan tes selama 30 detik. Tapi jika termasuk endurance atau daya tahn, maka dilakukan selama 1 menit. Latihan dan tes sebenarnya hampir sama, tapi hal ini akan dibedakan pada modivikasi pelaksanaanya saja. Bentuk pelaksanaan latihan lebih kreatif dan bervariasi.
 V – Sit Up
• Tes Sit Up dilakukan untuk mengetahui kekuatan otot perut
• Posisi tubuh tidur terlentang
• Kaki menutup,menempel satu sama lain
• Lutut ditekuk kurang lebih 45 derajat, sehingga membentuk posisi kaki V- Sit Up
• Kedua tangan menyentuh belakang telinga.
• Setelah itu gerakkan tubuh bagian atas naik turun
• Ketika naik, perut dan dada harus sampai menyentuh paha
• Ketika turun, kepala tidak boleh sampai menyentuh lantai, tetapi pundak harus menyentuh lantai.
• Posisi tangan jari-jari tangan harus tetap menmpel disamping telinga.
• Jika pergerakan atau pelaksanaan tidak sesuai dengan prosedur yang ada. Maka tidak bisa dihitung.
• Perhitungan, jika dimulai dari poasisi dibawah, maka duhitung sekali jika sudah turun lagi. Begitu juga sebaliknya. Jika dimulai dari atas, maka dihitung satu jika berada di posisi atas lagi.

 Push Up
• Tes Push Up dilakukan untuk mengetahui kekuatan otot lengan
• Posisi badan tengkurap
• Posisi kaki lurus dan tetap menutup atau menempel satu sama lain
• Tangan ditekuk, siku ditekuk, telapak tangan menempel dilantai berada di samping ujung lengan.
• Setelah itu gerakan tubuh naik turun bertumpu pada kedua tangan dan kedua kaki (jari-jari kaki)
• Ketika naik, posisi tangan harus lurus.
• Ketika naik, posisi selurh bagian tubuh atas dan bawah tetap lurus selama pergerakan.
• Ketieka turun, tangan ditekuk dan posisi badan tidak boleh samapi menyentuh lantai
• Perhitungan, jika dimulai dari poasisi dibawah, maka duhitung sekali jika sudah turun lagi. Begitu juga sebaliknya. Jika dimulai dari atas, maka dihitung satu jika berada di posisi atas lagi.
• Pada wanita , terdapat satu perbedaan, yaitu pada posisi kaki tidak bertumpu pada ujung telapak atau jari-jari kaki, tetapi memggunakan lutut, sehingga posisi lutu harus ditekuk.

 Back Up
• Posisi tubuh tidur tengkurap.
• Posisi tubuh lurus
• Kaki juga lurus
• Posisi masing-masing tangan berada di samping, menyentuh belakang masing-masing telinga
• Kemudian gerakan tubuh bagian atas naik dan turun.
• Ketika naik, posisi tubuh harus naik maksimal.
• Perhitungan, dimulai dari poasisi dibawah, maka duhitung sekali jika sudah turun lagi.

 Hall Squat
Hall Squat adalah salah satu jenis atau bentuk tes kekuatan otot. Dengan tes ini kita akan bisa mengetahui kekuatan otot kaki, khususnya pada otot paha dan betis. Sebelum adanya tes ini, dulu lebih sering tes yang dilakukan adalah tes Squat jump. Tapi pada perkembangannya tes tersebut dihentikan dan bahkan dihilangkan. Karena telah melewati beberpa penelitian oleh para ahli,. Tes tersebut membwa dampak buruk pada beberapa bagian tubuh terutama dikaki atau lebih tepatnya pada tulang-tulang. Sehingga tes tersebut diganti dengan tes yang bernama Hall Squat.
Prosedur pelaksanaan tes ini sebenarnya hampir sama dengan tes squat jump. Tetapi terdapat beberapa perbedaan di dalamnya. Prosedur pelaksanaan tes hall squat yaitu dimulai dengan posisi kaki yang dibuka, dan salah satu kaki berada di depan, jarak keduanya kurang lebih setengah meter.posisi tubuh bagian atas menghadap kedepan dan tegak. Pandangan kedepan, posisi tangan seperti posisi orang lari. Kemudian pindahkan kedua kaki berganti posisi,yang semula dibelakang dipindah kedepan begitu juga sebaliknya. Pindahkan secepat mungkin. Setiap pergantian kaki dihitung satu. Pergerakan tangan seimbang dengan pergerakan kaki, gerakannya seperti gerakan saat lari.

 Grip Strength
Grip strength dilaksanakan untuk mengetahui kekuatan otot peras tangan. Kekuatan otot peras tangan juga termasuk dalam komponen kesegaran jasmani, maka sangat perlu untuk kekuatan otot ini tetap selalu dilatih untuk ditingkatkan kekuatannya.
a. Alat yang digunakan dalam tes Grip Strenght ini adalah Grip Strenght Dynamometer atau Hand Dynamometer. Satuan dari alat ini adalah Kilogram (Kg )
b. Prosedur Pelaksanaan Tes :
Pengukuran Otot Peras Tangan Kanan dan Kiri.
 Orang coba berdiri tegak dengan posisi kaki dibuka kurang lebih 20 cm atau selebar bahu.
 Pandangan lurus kedepan
 Tangan memegang Grip Strenght dynamometer
 Tangan harus lurus
 Skala dynamometer menghadap keluar atau kedepan.
 Jarum dynamometer berada pada angka nol
 Setelah itu, Grip Strenght Dynamometer diperas dengan sekuat tenaga
 Hanya dengan sekali perasan
 Penekanannya tidak boleh dengan sentakan.
 Tangan yang diperiksa maupun alat grip streng dynamometer tidak bolah tersentuh badan ataupun benda lain.
 Hasil tes dapat dilihat pada skala dynamometer
 Dilakukan sebanyak 3 kali, diambil hasil yang terbaik.
 Norma penilaian dan klasifikasi kekuatan peras otot tangan kanan pria dan wanita
Kategori Prestasi pria (kg) Prestasi Wanita (kg)
Baik sekali 55.50 – keatas 42.50 – keatas
Bagus 46.50 – 55.00 32.50 – 41.00
Sedang 36.50 – 46.00 24.50 – 32.00
Cukup 27.50 – 36.00 18.50 – 24.00
Kurang SD – 27.00 SD – 18.00
 Norma penilaian dan klasifikasi kekuatan peras otot tangan kiri pria dan wanita
Kategori Prestasi pria (kg) Prestasi Wanita (kg)
Baik sekali 54.50 – keatas 37.00 – keatas
Bagus 44.50 – 54.00 27.00 – 36.50
Sedang 33.50 – 44.00 19.00 – 26.50
Cukup 24.50 – 33.00 14.00 – 18.50
Kurang SD – 24.00 SD – 13.50

 Pull and Push
Tes pull and push dilakukan untuk mengetahui kekuatan otot menarik dan kekuatan otot mendorong ( otot bahu ). Tes ini juga akan sangat diperlukan bagi pelatih atau penguji.
Pull ( Tes Kekuatan Otot Menarik (Otot Bahu) )
a. Alat yang digunakan dalam tes kekuatan otot menarik adalah Expanding Dynamometer, satuan dari alat ini adalah kilogram (Kg)
b. Prosedur pelaksanaan tes
 Orang coba berdiri tegak dengan posisi kaki dibuka kurang lebih 20 cm atau selebar bahu
 Pandangan lurus kedepan
 Expanding Dynamometer dipegang dengan kedua tangan
 Diangkat dengan kedua tangan berada di dipan dada.
 Badan dan alat menghadap keluar atau ke depan
 Kedua lengan atas kesamping dan siku ditekuk
 Jarum dynamometer berada pada angka nol
 Kemudian tarik sekuat-kuatnya expanding dynamometer dengan kedua tangan
 Hanya dengan sekali tarikan
 Alat ataupun tangan tidak boleh menyentuh badan
 Dilakukan 3 kali, diambil hasil yang terbaik.

Push ( Tes Kekuatan Mendorong (Otot Bahu) )
a. Alat yang digunakan dalam tes kekuatan otot mendorong adalah Expanding Dynamometer, satuan dari alat ini adalah kilogram (Kg)
b. Prosedur pelaksanaan tes
 Orang coba berdiri tegak dengan posisi kaki dibuka kurang lebih 20 cm atau selebar bahu
 Pandangan lurus kedepan
 Expanding Dynamometer dipegang dengan kedua tangan
 Diangkat dengan kedua tangan berada di dipan dada.
 Badan dan alat menghadap keluar atau ke depan
 Kedua lengan atas kesamping dan siku ditekuk
 Jarum dynamometer berada pada angka nol
 Kemudian dorong sekuat-kuatnya expanding dynamometer dengan kedua tangan
 Hanya dengan sekali dorongan saja
 Alat ataupun tangan tidak boleh menyentuh badan
 Dilakukan 3 kali, diambil hasil yang terbaik.
 Back and Leg
Back and Leg dilaksanakan untuk mengetahui kekuatan otot extensor punggung dan kekuatan otot extensor kaki (tungkai). Kekuatan otot ini juga termasuk dalam komponen kesegaran jasmani, maka sangat perlu untuk kekuatan otot ini tetap selalu dilatih untuk ditingkatkan kekuatannya. Karena akan bermanfaat bagi pengembangan fisik atau prestasi atlet.
Back (kekuatan otot extensor punggung)
a. Alat yang digunakan dalam tes kekuatan otot mendorong adalah Back And Leg Dynamometer, satuan dari Back And Leg Dynamometer adalah kilogram (Kg).
b. Prosedur pelaksanaan tes
 Orang coba berdiri di atas tumpuan back leg dynamometer
 Kedua tangan memegang tongkat pegangan back leg dynamometer
 Kedua tangan lurus
 Kedua siku tidak boleh ditekuk
 Punggung dibungkukan sehingga membentuk sudut 30 derajat terhadap garis vertikal
 Kedua kaki tetap lurus
 Pandangan tetap kedepan
 Kemudian tarik tongkat pegangan keatas sekuat tenaga dengan car meluruskan kembali penggung.
 Tumit tidak boleh diangkat dan kaki tetap lurus
 Dilakukan 3 kali, diambil hasil yang terbaik.
 Norma penilaian dan klasifikasi kekuatan otot punggung Pria
KATEGORI PRESTASI (kg)
Baik sekali 153.50 – keatas
Bagus 112.50 – 153.00
Sedang 76.50 – 112.00
Cukup 52.50 – 76.00
Kurang SD –52.00


 Norma penilaian dan klasifikasi kekuatan otot punggung Wanita
KATEGORI PRESTASI (kg)
Baik sekali 103.50 – keatas
Bagus 78.50 – 103.00
Sedang 57.50 – 78.00
Cukup 28.50 –57.00
Kurang SD –28.00

Leg (kekuatan otot extensor kaki (tungkai))
a. Alat yang digunakan dalam tes kekuatan otot mendorong adalah Back And Leg Dynamometer, satuan dari Back And Leg Dynamometer adalah kilogram (Kg).
b. Prosedur pelaksanaan tes
 Orang coba berdiri di atas tumpuan back leg dynamometer
 Kedua tangan memegang bagian tengah tongkat pegangan back leg dynamometer
 Kedua tangan lurus
 Punggung lurus
 Sedangkan lutut ditekuk mebuat sudut krang lebih 120 derajat.
 Setelah itu tarik tongkat pegangan keatas sekuat-kuatnya dengan meluruskan lutut.
 Tumit tidak boleh diangkat
 Dilakukan 3 kali, diambil hasil yang terbaik.
 Norma penilaian dan klasifikasi kekuatan otot tungkai Pria
KATEGORI PRESTASI (kg)
Baik sekali 259.50 – keatas
Bagus 187.50 – 259.00
Sedang 127.50 – 187.00
Cukup 84.50 – 127.00
Kurang SD –84.00


 Norma penilaian dan klasifikasi kekuatan otot tungkai Wanita
KATEGORI PRESTASI (kg)
Baik sekali 219.50 – keatas
Bagus 171.50 – 219.00
Sedang 127.50 – 171.00
Cukup 81.50 –127.00
Kurang SD –81.00

H. TES POWER

Tes power adalah gabungan komponen fisik dari kekuatan dan kecepatan. Jadi orang coba harus memiliki kedua komponen kondisi fisik tersebut untuk melakukan tes ini. Tes power juga sangat diperlukan dan sangat bermanfaat untuk pengembangan prestasi atlet atau orang coba. Banyak tujuan yang akan diambil dari tes ini seperti tes-tes yang lain yang telah dijelaskan di atas.
Tes power terdapat berbagai macam jenis tes, seperti explosive power ( daya ledak otot ), bike race ( tes power kaki ), atau lari 30 meter dan 50 meter.

 Explosive Power ( Daya Ledak Otot )
Daya ledak otot atau Explosive power adalah tenaga yang dapat dipergunakanmemindahkan berat badan/beban dalam waktu tertentu, seperti meloncat / melompat. Daya ledak seseorang dapat diukur atau diketahui dengan cara tes. Untuk mengukur atau megetahui kekuatan loncat seseorang kita bisa menggunakan jenis tes Vertikal jump.
Vertikal Jump
 Tes menggunakan alat yang bernama Jump Meter Digital
 Satuan jump MD adalah centimeter (Cm)
 Presedurnya, pertama-tama alat harus On.
 Lalu alat disabukkan diatas pinggang
 Objek berdiri tegak, wajah menghadap ke depan.
 Loncat boleh menggunakan awalan atau tidak, sesuai dengan keinginan orang coba.
 Loncat dimulai dari dalam lingkaran yang telah disediakan, begitu juga dengan mendaratnya badan, kaki harus tetap berada di dalam lingkaran tersebut. ( minimala 1 kaki )
 Jika ketika mendarat kedua kaki berada di luar lingkaran, maka hasil tes gagal atau tidak dianggap/tidak sah.
 Dilakukan sebanyak 3 kali. Diambil hasil yang terbaik.

 Bike race ( tes power kaki )
Tes bike race ini dilakukan untuk mengetahui kekuatan atau power kaki. Tes ini dilakukan dengan alat yang juga bernama bike race. Dimana Alatnya seperti sepeda.
Prosedur pelaksanaan tes :
 Posisi duduk dapat disesuaikan dengantinggi atlet atau orang coba.
 Atlet harus memakai sepatu.
 Alat dihidupkan, lalu tekan fungtion, lalu pilih tombol Tes. Maka akan keluar tulisan ” to print result ”. Jika ingin mendapatkan print out data tes ya dipilih yes, tapi jika tidak, maka dipilih no. Yes ada di tombol 1, dan no ada di tombol 2.
 Setelah itu muncul pilihan :
1) Fitnes
2) Manual
3) Power
Karena kita berada dalam pembahasan tes power maka pilih tombol 3 (power).
 Setelah itu akan muncul pilihan ” weight ” ( berat badan ). Maka masukkan berat badan orang coba. Lalu tekan enter.
 Setelah itu muncul pilihan ” Age ” ( usia ). Maka masukkan usia orang coba dan tekan enter.
 Lalu muncul pilihan ” Sex ” ( jenis kelamin ). Maka pilihlah tombol 1 untuk Male dan tombol 2 untuk Female.
 Setelah itu orang coba akan melakukan warming up atau pemanasan selam 40 detik dengan mengayuh pedal.
 Setelah melakukan warming up, pada hitungan mundur dari 40 detik pemanasan tadi, orang coba langsung melakukan tes dengan mengayuh pedal secepatnya karena pada waktu tes alat akan memberi beban dengan sendirinya sesuai dengan berat badan, usia dan jenis kelamin orang coba.
 Tidak diperkenankan berhenti sampai pada bunti ” Tiit ”
 Setelah itu orang coba akan melakukan pendidnginan.
 Dan stop atau selesai
 Lari 30 M dan 50 M
Lari 30 meter atau 50 meter termasuk pada tes power yang terdiri dari gabungan kita akan mengetahui power kita, kita dapat mengetahui kecepatan dan kekuatan kita.
 Menguykur jarak sesuai dengan jarak tes.
 Menyediakan alat ukur kecepatan atau stop watch
 Satuannya second atau detik
 Dilakukan dengan start bebas, apapun.

I. PENGUKURAN DENYUT NADI
Denyut nadi dapat dipakai sebagai tolak ukur untuk mengetahui kondisi jantung. Oleh karena itu denyut nadi sangat perlu diketahui atau diukur. Denyut nadi adalah frekuensi irama denyut atau detak jantung yang dapat dipalpasi atau diraba dipermukaan kulit pada tempat-tempat tertentu. Jadi pada umumnya frekuensi denyut nadi sama dengan frekuensi denyut atau detak jantung.
Denyut nadi dapat dipalpasi atau diraba pada beberapa tempat, misalnya :
1. di pergelangan tangan bagian depan sebelah atas pangkal ibu jari tangan ( ar. Radialis )
2. di leher sebelah kiri/kanan depan otot sterno cleido mastoidues ( ar. Carolis )
3. Di dada sebelah kiri, tepat di apex jantung (ar. Temparalis )
4. Di pelipis

Cara menghitung denyut nadi :
Dengan cara Palpasi.
a) Nadi dihitung selama 6 detik dikalikan 10
b) Nadi dihitung selama 10 detik dikalikan 6 60 detik
c) Nadi dihitung selama 15 detik dikalikan 4
d) Nadi dihitung selama 30 detik dikalikan 2

Macam-macam Denytu Nadi :
1. Denyut Nadi Istirahat
• Denyut Nadi Basal ( bangun tidur )
• Denyut Nadi Istirahat ( nadi waktu tidak bekerja )
2. Denyut Nadi Latihan
Denyut nadi ketika melakukan latihan.
3. Denyut Nadi Maksimal
Rumus denyut nadi Maksimal :
DNM = 220 – USIA
Ex = 220 – 20
= 200
TRAINING ZONE :

BATAS MINIMAL
70/100 x DNM = Batas Latihan

BATAS MAKSIMAL
95/100 x DNM = Batas Latihan CONTOH :
OKI usia 20 tahun
220-20 th = 200 DNM
BATAS MINIMAL
70/100 x 200 = 140
BATAS MAKSIMAL
95/100 x 200 = 190


4. Denyut Nadi Recovery ( nadi setelah latihan )
Denyut nadi pemulihan (recovery) 5 menit berdasarkan pakar kesegaran jasmani Rost, Rand Hollman 1982 dengan nadi 170 keatas per menit
KATEGORI DENYUT NADI
Istimewa Dibawah 100
Baik sekali 100-105
Baik 105-115
Cukup 115-120
Sedang 120-130
Kurang sekali Diatas 130
Dikaji oleh Prof. Soedarno S

Menghitung Tekanan Darah
Menghitung tekanan darah seseorang menggunakan alat yang bernama Tencimeter. Satuan tencimeter adalah milimeter hemoglobin ( mm hg ). Terkadang ketika kita mengambil data tekanan darah, kita juga dapat menggunakan stetoskop untuk membantu kita mendengarkan denyut nadi seseorang, agar diperoleh data yang lebih valid.

Ketentuan :
Sistole Tekanan Tinggi

10 + 120
Normal
10 + 80
Diastole
Tekanan Rendah

Keterangan :
Normal, jika sistole berada pada kurang lebih 10 dari 120, dan diastole berada pada kurang lebih 10 dari 80.
Tekanan Tinggi, jika sistole pada tekanan diatas atau lebih 10 dari 120 (130), dan diastole berada pada lebih dari 10 dari 80 (90).
Tekanan Rendah, jika sistole berada pada tekanan dibawah kurang 10 dari 120 (110), dan diastole barada pada kurang 10 dari 80 (70).

J. TES ENDURANCE
Tes endurance biasanya lebih dikenal dengan tes daya tahan tubuh seseorang. Tes ini sangat penting sekali dan biasanya sering sekali dipaki para pelatih untuk pengembangan fisik atau evaluasi perkembangan dan pelatihan seorang atlet. Bermacam- macam jenis tes yang dilakukan para pelatih untuk melakukan tes endurance ini. Dan dari masing-masing jenis tes akan mempunyai hasil dari tujuan yang berbeda-beda pula.
Beberapa macam Tes Endurance :
1. 2,4 Km Lari
2. 4,8 Km Jalan
3. Lari 12 menit
4. lari 15 menit
5. harvard Test ( bangku )
6. Sharky Test ( bangku )
7. MFT


MFT ( Multi Fitnes Test )
Multi fitnes test ( MFT ) adalah suatu jenis tes daya tahan atau Endurance yang bertujuan untuk mengetahui VO 2 Max. di Indonesia, oramg-orang biasanya menyebutnya Tes Tung ( Bleep Test ). Satuan dari tes ini yaitu cc/Kg bb/menit. Di dalam jenis tes ini terdapat beberapa kelemahan, kelemahan tersebut yaitu tidak adanya perbedaan prosedur pelaksanaan atau norma antara peserta atau orang coba laki-laki dan wanita. Yang kedua yaitu tidak adanya perbedaan faktor usia di dalamnya.
Beberapa hal tentang tes MFT :
• Pertama kita harus menyiapkan kaset, tape atau VCD.
• Menyediakan stop watch, alat tulis, dan lintasan
• Jarak lintasan yang akan dilalui adalah 20 meter, tapi kita harus menyiapkan jarak minimal 30 M.
• Start bisa dimulai dari garis manapun, tetapi ketika start kaki tidak boleh melebihi garis start.
• Ketika pembalikan, salah satu kaki dan setengah dari tubuh harus melewati garis. Jika lebih juga tidak apa-apa.
• Dikatakan tes ini selesai atau berhenti jika peserta telah melanggar atau tidak mengikuti perintah dari kaset 2 kali berturut-turut.

K. TES CABANG OLAHRAGA SEPAK BOLA
Cabang olahraga sepak bola adalah salah satu cabang olahraga yang sangat digemari diseluruh dunia. Hampir seluruh manusia mengenalnya, dan bermimpi untuk menjadi pemain sepak bola yang bagus. Untuk mewujudkan mimpi itu sebenarnya tidak sulit asal didukung denga skill yang bagus dan kemauan yang kuat serta tersedianya sarana prasarana untuk berlatih. Selain dituntuyt mempunyai skil atau kemampuan bermain bola yang bagus, seorang pemain sepak bola juga dituntut untuk mempunyai kondisi fisik yang bagu, oleh karena itu di dalam cabang olahraga sepak bola tidak hanya dilakukan pelatihan tentang tekhnik bermain dan pembelajaran strategi, tapi juga sangat diperlukan beberapa tahap latihan fisik.
Seorang Pelatih, bahkan setiap pemain pun harus mengetahui dan menguasai bebrapa komponen kondisi fisik yang harus dikembangkan dan perlu diadakan latihan dan beberapa tes. Bagi pelatih sepak bola, bebrapa tahap latihan atau tes yang haru dilakukan pada atlet atau pemain sepak bola diantaranya yaitu, tes kekuatan, tes kelincahan, tes keseimbangan, tes reaksi, dan yang paling penting adalah tes endurance.
Daya tahan adalah suatu kemampuan tubuh untuk bekerja dalam waktu lama tanpa mengalami kelelahan setelah menyelesaikan pekerjaan tersebut. daya tahan pada umumnya diartikan sebagai ketahanan terhadap kelelahan dan kemampuan pemulihan segera setelah mengalami kelelahan. Daya tahan yang tinggi dapat mempertahankan performance dalam jangka waktu yang relatif lama secara terus menerus. Jadi dalam sepak bola, hal ini sangat diperlukan.dalam sepak bola tidak diperlikan harvard test atau sharky test, tapi tes balke atau tes lari 2,4 km.
Tes reaksi dalam sepak bola sangat diperlukan karena dalam bermain sepak bola pemain akan dihadapkan pada situasi yang memrlukan reaksi yang bagus dan tepat. Contohnya pada penjaga gawang, kapan antisipasi dia melompat untuk menghalau bola ketika mendapat suatu tendangan. Dan masih banyak contoh yang lain,. Tes kekuatan dilakukan untuk mengetahui seberapa tingkat kekuatan otot yang dimiliki pemain, seperti sit up, push up, back up, atau hall squat, serta kekutaun otot tungkai (leg).
Banyak lagi item tes yang bisa dilakukan pada pemain sepak bola, seperti tes kelincahan, disini seperti tes Squat thrust atau suttle run ( lari bolak-balik ). Kerena dalam olahraga ini sangat dibutuhkan kelincahan seseorang. Begitu juga dengan komponen fisik power, power yaitu gabungan dari kecepatan dan kekuatan, jadi memang sangat diperlukan di sepak bola. Dalam hal ini bisa dilakukan tes lari 30 m atau 50 m, bike race ataupun vertikal jump. Walaupun tidak terlalu diperlukan, tapi tes daya ledak otot juga diperlukan untuk loncatan seperti ketika heading sambil loncat, ataupun untuk penjaga gawang. Begitu juga dengan tes keseimbangan atau tes flexibility, memang tidak terlalu berperan, tapi didalamnya masih dapat diambil manfaatnya dengan kita mengetahui tingkat keseimbangan dan kelentukan pemain, karena dalam permainan sepak bola pasti akan dihadapkan pada situasi yang membutuhkan kemampuan tersebut.terkadang sang pelatih juga melakukan bebrapa tes kemampuan ( antropometri ) untuk mengetahui tingkat keidealan tyubuh pemain (IMT). Karena hal itu memang diperlukan untuk diperhatikan para atlet atau pemain sepak bola.



BAB III
PENUTUP

A. KESIMPULAN
1. Pengertian Tes dan Pengukuran Olahraga
TES : ( bentuk atau sasaran )
PENGUKURAN : ( alatnya )
Jadi dapat kita simpulkan bahwa tes dan pengukuran olahraga adalah kumpulan informasi dari dari sesuatu yang diukur, hasilnya hanyalah data-data atau angka-angka hasil pengukuran dan hasil penguukran ini dilakukan untuk evaluasi atau untuk mengembangkan prestasi olehraga.”
2. Tes Antropometri
Tes untuk mengetahui Komposisi tubuh maupun bentuknya atau pengukuran atas struktur tubuh manusia. Tujuan akhir dari pengukuran Antropometri adalah menetapkan bentuk atau tipe badan seseorang.
Berat Badan ( Body Weight ), Tinggi Badan ( Stature Hight )
Dengan Pengukuran tinggi dan berat badan dapat mengetahui IMT ( indeks masa tubuh ).
3. Tes Kelentukan ( Flexibility )
Tes kelentukan atau flexibility meter dilakukan untuk memperoleh data dimana dari data tersebut kita dapat mengetahui tingket kelentukan seseorang. Alat yang digunakan untuk tes kelentukan biasanya yaitu bangku/mistar dengan ukuran 50 cm atau biasa juga yang disebut dengan Flexibility Meter. Satuan alat ini yaitu Centimeter (Cm).Ada beberapa macam jenis tes dari tes kelentukan atau flexibility. Tapi akan dijelaskan dibawah tentang 2jenis tes kelentukan, yaitu sit and reach dan standing trunk flexion.
4. Tes Kelincahan ( Agility )
Tes agility atau yang kita kenal sebagai tes kelincahan terdiri dari bebrapa gabungan komponen fisik yang lain. Tes agility terdiri dai kelentukan, kecepatan, dan keseimbangan. beberapa contoh jenis tes dari tes Kelincahan atau Agility, Yaitu Squat Thrust dan Shuttle Run (lari bolak- balik ).
5. Tes Keseimbangan ( Balance )
Tes ini dilaksanakan agar penguji atau pengetes dapat mengetahu tingkat keseimbangan orang coba atau atlet. Tes ini juga akan bermanfaat untuk pengembangan prestasi, motivasi dan tujuan pengukuran yang lain yang dibutuhkan penguji.
6. Tes Reaksi
Tes reaksi pada dasarnya dilaksanakan untuk mengetahui tingkat reaksi seseorang dalam suatu kondisi tertentu.Tes reaksi diantaranya adalah Whole Body Reaction dan Speed Anticipation Reaction.
Whole Body Reaction
Jenis tes ini terdapat dua macam. Yaitu Visual dan Audiovisual.
Speed Anticipation Reaction
Tes ini dilaksanakan untuk mengetahui kecepepatan dan ketepatan antisipasi seseorang.
7. Tes Strength ( Kekuatan )
Tes strenght atau tes kekuatan sangat dibutuhkan dalam pembinaan prestasi atlelt atau orang coba, kita akan dapat mengetahui seberapa kemampuan kekuatan orang coba Latihan dan tes sebenarnya hampir sama, tapi hal ini akan dibedakan pada modivikasi pelaksanaanya saja. Bentuk pelaksanaan latihan lebih kreatif dan bervariasi. bentuk tes strenght diantaranya,V – Sit Up, Push Up, Back Up, Hall Squat, Grip StrengtH, Pull and Push,dan Back and Leg
8. Tes Power
Tes power adalah gabungan komponen fisik dari kekuatan dan kecepatan. Tes power terdapat berbagai macam jenis tes, seperti explosive power ( daya ledak otot ) (vertikal jump), bike race ( tes power kaki ), atau lari 30 meter dan 50 meter.
9. Pengukuran Denyut Nadi
Denyut nadi dapat dipakai sebagai tolak ukur untuk mengetahui kondisi jantung. Denyut nadi adalah frekuensi irama denyut atau detak jantung yang dapat dipalpasi atau diraba dipermukaan kulit pada tempat-tempat tertentu. Jadi pada umumnya frekuensi denyut nadi sama dengan frekuensi denyut atau detak jantung. Denytu Nadi terdiri dari Denyut Nadi Istirahat, Denyut Nadi Latihan , Denyut Nadi Maksimal (DNM), Denyut Nadi Recovery
Menghitung Tekanan Darah
Menghitung tekanan darah seseorang menggunakan alat yang bernama Tencimeter. Satuan tencimeter adalah milimeter hemoglobin ( mm hg ).

10. Tes Endurance
Tes endurance biasanya lebih dikenal dengan tes daya tahan tubuh seseorang. Beberapa macam Tes Endurance : 2,4 Km Lari, 4,8 Km Jalan, Lari 12 menit,lari 15 menit, harvard Test, Sharky Test dan MFT
Multi fitnes test ( MFT ) adalah suatu jenis tes daya tahan atau Endurance yang bertujuan untuk mengetahui VO 2 Max. di Indonesia, oramg-orang biasanya menyebutnya Tes Tung ( Bleep Test ). Satuan dari tes ini yaitu cc/Kg bb/menit.
11. Tes Cabang Olahraga Sepak Bola
Selain dituntut mempunyai skil atau kemampuan bermain bola yang bagus, seorang pemain sepak bola juga dituntut untuk mempunyai kondisi fisik yang bagus, oleh karena itu di dalam cabang olahraga sepak bola tidak hanya dilakukan pelatihan tentang tekhnik bermain dan pembelajaran strategi, tapi juga sangat diperlukan beberapa tahap latihan fisik. Bagi pelatih sepak bola, beberapa tahap latihan atau tes yang harus dilakukan pada pemain sepak bola diantaranya yaitu, tes kekuatan, tes kelincahan, tes keseimbangan, tes reaksi, dan yang paling penting adalah tes endurance.

B. SARAN
Begitu banyak manfaat yang bisa kita ambila dari melakukan tes dan pengukuran. Jadi sebaiknya, bagi setiap Guru olahraga atau Pelatih mengisi pengetahuannya tentang beberapa komponen dan hal-hal yang berkaitan dengan tes dan pengukuran olahraga. Karena dengan itu kita akan bisa mengambil banyak manfaat, diantaranya seperti :
• Untuk pelaksanaan evaluasi dan Sebagai bahan motivasi
• Sebagai bahan perbaikan mengajar / melatih dan Sebagai dasar penelitian
• Penentuan status atlet dan pembagian kelompok sesuai dengan ketentuan yang telah ada

DAFTAR PUSTAKA

Sudjadi, dr.1996. Ketahuilah Tingkat Kesegaran Jasmani Anda. Jakarta : Pusat Kesegaran Jasmani dan Rekreasi, Departemen Pendidikan dan Kebudayaan.

































KATA PENGANTAR


Segala puji bagi Allah SWT Tuhan pemelihara dan pendidik alam semesta yang telah menganugerahkan karunia dan RahmatNya kepada penulis sehingga dapat menyelesaikan Makalah Tes dan Pengukuran Olahraga.

Makalah ini dibuat untuk memenuhi tugas mata kuliah tes dan pengukuran olahraga. Selain untuk memenuhi tugas, semoga dengan terselesaikannya makalah ini akan bisa bermanfaat bagi penulis pada khususnya dan bagi pembaca pada umumnya.

Penulis sampaikan banyak terimakasih kepada segenap yang telah membantu atas terseleaikannya makalh ini. Namun dengan keterbatasan kemampuan pada diri penulis, maka penulis memohon maaf, penulis menyadari bahwa penulisan ini masih jauh dari kata sempurna. Maka dari itu penulis mengharapkan adanya kritik dan saran.
Akhirnya, penulis berharap agar diberi manfaat atas terselesaikannya makalah ini, dan semoga Tuhan Yang Maha Esa selalu merahmati kita, Amin...

Gresik, 27 Mei 2008



Penulis








DAFTAR ISI

HALAMAN JUDUL i
KATA PENGANTAR ii
DAFTAR ISI iii
BAB I : PENDAHULUAN 1
A. Latar belakang 1
B. Rumusan Masalah 2
C. Tujuan Pembahasan 2
D. Manfaat Pembahasan 2
BAB II : PEMBAHASAN 3
A. Pengertia Tes dan Pengukuran Olahraga 3
B. Tes Antropometri 3
C. Tes Kelentukan ( Flexibility ) 5
D. Tes Kelincahan ( Agility ) 6
E. Tes Keseimbangan ( Balance ) 8
F. Tes Reaksi 9
G. Tes Strength ( Kekuatan ) 10
H. Tes Power 17
I. Pengukuran Denyut Nadi 19
J. Tes Endurance 21
K. Tes Cabang Olahraga Sepak Bola 22
BAB III : PENUTUP 24
A. Kesimpulan 24
B. Saran 26
DAFTAR PUSTAKA 27

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar