Senin, 26 April 2010

Makalah FIlsafat Ilmu

BAB I
PENDAHULUAN


A. LATAR BELAKANG
Di dalam proses kehidupan manusia pasti terjadi beberapa fenomena alam yang terjadi . manusia akan dihadapkan dengan beberapa masalah hidup yang kian terus menerus menghadangnya. Seperti diketahui semesta alam yang begitu luas dan mungkin tak terbatas tidaklah mudah untuk dipahami, belum lagi manusia akan dihadapkan oleh beberapa masalah hidup dalam mempertahankan hidupnya di dunia sebagai makhluq hidup yang mempunyai berbagai kepentingan dan mempunyai berbagai kebutuhan yang kompleks.

Manusia pada dasarnya dilahirkan ke dunia sebagai bayi yang tidak dapat berbuat apa-apa tanpa pertolongan orang lain.mereka memerlukan bantuan orang lain untuk dapat memepertahankan hidupnya. Dalam hidupnya manusia akan dihadapkan kepada beberapa kemungkinan. Apa yan dibawanya sejak lahir merupakan potensi dasar yang masih harus dikembangkan dalam lingkungan melalui bantuan pihak lain, berupa pendidikan. Untuk dapat memilih dan melaksanakan cara-cara hidup yang baik dalam berbagai masalah kehidupan,manusia harus mendapatkan pendidikan. Oleh karena itu, pendidikan merupakan suatu keharusan bagi manusia.

Dengan pendidikan manusia akan berkembang menjadi manusia yang lebih dewasa. Karena pendidikan merupakan suatu upaya mendewasakan manusia yaitu membimbing agar menjadi manusia yang bertanggungjawab. Dengan tanggungjawab manusia akan menunjukkan adanya kesadaran normatif pada dirinya, dimana dia menyadari dan membedakan mana perbuatan yang baik dan buruk.dengan itu mereka telah membuktikan akan adanya kata hati dan hati nurani mereka.

Proses kehidupan manusia juga tidak bisa lepas dari pemikiran-pemikiran manusia akan suatu hal atau fenomena yang terjadi. Di dalam diri manusia terdapat akal pikiran yang senantiasa bergolak dan berpikir, karena akal pikiran tersebut dan dikarenakan oleh situasi dan kondisi alam dimana dia hidup selalu berubah-ubah dan penuh dengan peristiwa-peristiwa penting bahkan terjadi dengan dahsyat, yang kadang-kadang tidak kuasa untuk menentang dan menolaknya, menyebabkan manusia itu tertegun, termenung, memikirkan segala hal yang terjadi disekitar dirinya. Dan disini pemikiran secara filsafati akan membawa manusia iti menuju kesuatu keputusan yang bijaksana. Karena filsafat melatih kita untuk menjadi manusia yang bijaksana, arif dan percaya diri. Dalam kompleksnya kehidupan manusia, manusia dituntut untuk menjadi manusia yang bijaksana dan bertanggungjawab. Oleh karena itu tidak kita pungkiri tentang adanya hubungan yang erat anatara manusia, filsafat dan pendidikan dalam kehidupan manusia untuk tetap dapat mempertahankan hidupnya di dunia.

B. RUMUSAN MASALAH
1. Bagaimana kaitan antara Manusia dan Filsafat ?
2. Bagaimana kaitan antara Filsafat dan Pendidikan ?
3. Bagaimana hubungan antara Filsafat, Manusia dan Pendidikan ?
4. Bagaimana kedudukan Filsafat dalam Ilmu Pengetahuan ?
5. Bagaimana kedudukan Filsafat dalam Kehidupan Manusia ?

C. TUJUAN PEMBAHASAN
1. Untuk menjelaskan Bagaimana kaitan antara Manusia dan Filsafat ?
2. Untuk menjelaskan Bagaimana kaitan antara Filsafat dan Pendidikan ?
3. Untuk menjelaskan Bagaimana hubungan antara Filsafat, Manusia dan Pendidikan ?
4. Untuk menjelaskan Bagaimana kedudukan Filsafat dalam Ilmu Pengetahuan ?
5. Untuk menjelaskan Bagaimana kedudukan Filsafat dalam Kehidupan Manusia?


BAB II
PEMBAHASAN


A. MANUSIA DAN FILSAFAT
Di dalam diri manusia terdapat akal pikiran yang senantiasa bergolak dan berpikir, karena akal pikiran tersebut dan dikarenakan oleh situasi dan kondisi alam dimana dia hidup selalu berubah-ubah dan penuh dengan peristiwa-peristiwa penting bahkan terjadi dengan dahsyat, yang kadang-kadang tidak kuasa untuk menentang dan menolaknya, menyebabkan manusia itu tertegun, termenung, memikirkan segala hal yang terjadi disekitar dirinya. Hal-hal yang menakjubkan yang terjadi di dalam alam semesta inilah yang membuat manusia termenung, berfikir dan berfikir. Bahkan manusia pun memikirkan alam gaib, alam di balik dunia yang nyata ini, alam metafisika. Dan manusia pun telah membangun pemikiran filsafat.

Kaitan antara filsafat dan manusia memang benar-benar erat,dimana manusia itu sendirilah yang akan melahirkan sebuah filsafat. Memang pada dasarnya manusia dilahirkan sebagai bayi yang tidak bis melakukan apa-apa tanpa bantuan orang lain. Hal ini biasnya digambarkan bahwa manusia yang baru lahir seperti sebuah kertas putih yang masih bersih dari coret-coretan. Dan dalam masa tertentu kertas itu sedikit demi sedikit akan terdapat goresan-goresan. Dalam hal ini yaitu menggambarkan akan fungsi herditas yang dibawa manusia itu sendiri dan lingkungan sekitar tempat manusia itu berinteraksi dengan manusia yang lainnya.

Secara etimologi filsafat berasal dari bahasa yunani Philosophi. Yang berarti cinta akan kebijaksnaan.jadi dengan filsafat kita akan terdorong menjadi orang yang bijaksana.Secara harfiah atau konseptual filsafat dapat juga diartikan sebagai segala aktifitas manusia untuk merenungkan tentang segala ssuatu yang ada, sehingga mempunyai makna yang mendalam. Dan biasanya filsafat juga merupakan suatu sikap atau pandangan hidup manusia, karena filsafat seseorang ialah keseluruhan jumlah kepercayaan atau keyakinannya, jadi setiap manusia cenderung mempunyai suatu filsafat hidup atau pedoman hidup. Dilihat dari definisi diatas telah terlihat dengan jelas kaitan antara filsafat dan manusia.

Filsafat bukan semata-mata permainan alam pikiran yang hanya untuk memenuhi hasrat keingintahuan manusia, tetapi filsafat mempunyai fungsi dalam kehidupan manusia. Ada beberapa alasan mengapa kita memerlukan filsafat, yaitu bahwa :
1. filsafat membantu manusia dalam mengambil keputusan dan tindakan dalam kehidupannya.
2. filsafat sedikit banyaknya dapat mengurangi kesalahpahaman dan konflik dalam hidup.
3. untuk dasar menghadapi banyak kesimpangsiuran banyak hal dalam dunia yang selalu berubah.


B. FILSAFAT DAN PENDIDIKAN
Di dalam proses pendidikan pasti akan melahirkan masalah-masalah kependidikan. Semua masalah pasti dapat dicari jalan keluarnya. Tetapi tidak semua masalah kependidikan dapat dipecahkan dengan menggunakan metode ilmiah semata-mata. Karena banyak di antara masalah-masalah kependidikan tersebut yang merupakan pertanyaan filosofis, yang memerlukan pendekatan filosofis pula dalam pemecahannya. Analisa filsafat terhadap masalah-masalah kependidikan tersebut, dengan berbagai cara pendekatannya, akan dapat menghasilkan pandangan-pandangan tertentu mengenai masalah-masalah kependidikan tersebut, dan atas dasar itu bisa disusun secara sistematis teori-teori pendidikan.

Dilihat dari deskripsi di atas sudah dapat dilihat salah satu kaitan antara filsafat dan pendidikan. Dengan uraian diatas juga akan menghasilkan dan akan memperkaya tori-teori pendidikan dalam dunia pendidikan. Dengan demikian terdapat hubungan fungsional antara filsafat dan teori pendidikan.

Filsafat dalam arti analisa filsafat adalah merupakan salah satu cara pendekatan yang digunakan oleh para pakar pendidikan dalam memecahkan problematika pendidikan dan menyusun tori-teori pendidikannya selain menggunakan metode-metode ilmiah lainnya. Sementara itu dengan filsafat, sebagai pandangan tertentu terhadap suatu objek,misalnya filsafat idealisme,realisme,materialisme dan sebagainya, akan mewarnai pula pandangan ahli pendidikan tersebut dalam teori pendidikan yang dikembangkannya. Aliran filsafat tertentu akan mempengaruhi dan memberikan bentuk serta corak tertentu terhadap tori-teori pendidikan yang dikembangkan atas dasar aliran filsafat tersebut.

Filsafat juga berfungsi mengarahkan agar teori-teori dan pandangan filsafat pendidikan yang telah dikembangkan tersebut bisa diterapkan dalam praktek kependidikan sesuai dengan kenyataan dan kebutuhan hidup yang juga berkembang dalam masyarakat. Merupakan kenyataan bahwa setiap masyarakat hidup dengan pandangan dan filsafat hidupnya sendiri-sendiri yang berbeda antara satu dengan yang lainnya. Dan sendirinya akan menyangkut kebutuhan-kebutuhan hidupnya.

Filsafat sebagai suatu lapangan studi mengarahkan pusat perhatiannya dan memusatkan kegiatannya untuk merumuskan dasar-dasar dan tujuan-tujuan pendidikan, konsep tentang sifat hakikat manusia, serta konsepsi hakikat dan segi-segi pendidikan serta isi moral pendidikannya. Filsafat juga merumuskan sistem atau teori pendidikan ( science of education) yang meliputi politik pendidikan, kepemimpinen pendidikan atau organisasi pendidikan, metodologi pendidikan dan pengajaran termasuk pola-pola akulturasi dan peranan pendidikan dalam pembangunan masyarakat dan negara.


C. HUBUNGAN ANTARA FILSAFAT, MANUSIA, DAN PENDIDIKAN
a. Kedudukan Filsafat dalam Ilmu Pengetahuan
Filsafat adalah induk dari ilmu pengetahuan (mater scientiarium) yang melahirkan banyak ilmu pengetahuan yang membahas sesuai dengan apa yang telah dikaji dan diteliti didalamnya. Dalam hal metode dan obyek studinya, Filsafat berbeda dengan Ilmu pengetahuan, ilmu pengetahuan menyelidiki masalah dari satu bidang khusus saja, dengan selalu menggunakan metode observasi dan eksperimen dari fakta-fakta yang dapat diamati. Sementara filsafat berpikir sampai di belakang fakta-fakta yang nampak.

Dalam ilmu pengetahuan, filsafat mempunyai kedudukan sentral, asal, atau pokok. Karena filsafat lah yang mula-mula merupakan satu-satunya usaha manusia dibidang kerohanian untuk mencapai kebenaran atau pengetahuan. Memang lambat laun beberapa ilmu-ilmu pengetahuan itu akan melepaskan diri dari filsafat akan tetapi tidaklah berarti ilmu pitu sama sekali tidak membutuhkan bantuan dari filsafat. Filsafat akan memberikan alternatif mana yang paling baik untuk dijadikan pegangan manusia.

Bisa disimpulkan bahwa ilmu pengetahuan itu menerima dasarnya dari filsafat, antara lain :
1. Setiap ilmu pengetahuan itu mempunyai objek dan problem
2. Filsafat juga memberikan dasar-dasar yang umum bagi semua ilmu pengetahuan dan dengan dasar yang umum itu dirumuskan keadaan dari ilmu pengetahuan itu.
3. Di samping itu filsafat juga memberikan dasar-dasar yang khusus yang digunakan dalam tiap-tiap ilmu pengetahuan.
4. Dasar yang diberikan oleh filsafat yaitu mengenai sifat-sifat ilmu dari semua ilmu pengetahuan. Tidak mungkin tiap ilmu itu meninggalkan dirinya sebagai ilmu pengetahuan dengan meninggalkan syarat yang telah ditentukan oleh filsafat.
5. Filsafat juga memberikan metode atau cara kepada setiap ilmu pengetahuan.

b. Kedudukan Filsafat dalam Kehidupan Manusia
Untuk memberikan gambaran bagaimana kedudukan filsafat dalam kehidupan manusia maka terlebih dahulu diungkapkan kembali pengertian filsafat. Filsafat berarti cinta akan kebijaksanaan. Jadi seorang filosof adalah orang yang mencintai kebijaksanaan dan hikmat yang mendorong manusia itu sendiri untuk menjadi orang yang bijaksana. Dalam arti lain, filsafat didifinisikan sebagai suatu pemikiran yang radikal dalam arti mulai dari akarnya masalah samapai mencapai kebenaran melalui tahapan pemikiran. Oleh karena itu seorang yang berfilsafat adalah orang yang berfikir secara sadar dan bertanggung jawab dengan pertanggungjawaban pertama adalah terhadap dirinya sendiri.

Kedudukan filsafat dalam kehidupan manusia yaitu memberikan pengertian dan kesadaran kepada manusia akan arti pengetahuan tentang kenyataan yang diberikan oleh filsafat. Berdasarkan dasar-dasar hasil kenyataan, maka filsafat memberikan pedoman hidup kepada manusia, pedoman itu mengenai sesuatu yang berada disekitar manusia sendiri seperti kedudukan dalam hubungannya dengan yang lainnya. Kita juga mengetahui bahwa alat-alat kewajiban manusia seperti akal, rasa dan kehendak. Dengan akal, filsafat memberikan pedoman hidup untuk berpikir guna memperoleh pengetahuan. Dengan rasa dan kehendak maka filsafat memberikan pedoman tentang kesusilaan mengenai baik dan buruk.

Antara ketiga komponen, yaitu manusia, filsafat, dan pendidikan sangat erat hubungannya. Manusia diahirkan sebagai bayi yang tidak bisa melakukan tanpa bantuan orang lain. Hal ini biasanya digambarkan bahwa manusia yang baru lahir seperti sebuah kertas putih yang masih bersih dari coret-coretan. Dan dalam masa tertentu kertas itu sedikit demi sedikit akan terdapat goresan-goresan. Dalam hal ini yaitu menggambarkan akan fungsi herditas yang dibawa manusia itu sendiri dan lingkungan sekitar tempat manusia itu berinteraksi dengan manusia yang lainnya.

Dalam proses kehidupan, manusia akan dihadapkan dengan berbagai masalah. Untuk dapat memilih dan melaksanakan cara hidup yang baik. Dan hal itu harus melalui pendidikan. Jadi bagi manusia pendidikan merupakan suatu keharusan (Animal educandum). Karena potensi dasar yang dibawa sejak lahir, masih harus dikembangkan lagi dalam lingkungannya melalui pendidikan.(Animal educable). Kedewasaan merupakan tujuan perkembangan manusia dan kata kunci dalam pendidikan. Karena pendidikan juga bisa disebut sebagai suatu upaya mendewasakan anak manusia, yaitu membimbing anak agar menjadi manusia yang bertanggung jawab(menunjukkan adanya kesadaran normatif pada diri manusia)

Peran filsafat dalam kehidupan manusia disini yaitu sebagai pola pikir manusia yang yang bijaksana, arif dalam menjalani suatu kehidupan..sesuai dengan pengertiannya dari segi etimologi. Filsafat akan mengajarkan dan melatih manusia untuk bersikap yang bijaksana dalam hidup. Terkadang dengan berfikir filsafat, sseorang akan mempunyai suatu filsafat hidup atau pandangan atau pedoman hidup yang baik.
Oleh karena itu erat sekali hubungan antara keberadaan manusia, filsafat dan pendidikan dalam proses kehidupan manusia di dunia ini.

BAB III
PENUTUP

A. KESIMPULAN
Manusia dan Filsafat
Manusia dan Filsafat mempunyai kaitan yang cukup erat dalam suatu kehidupan. Manusia memiliki akal pikiran dan berbagai kebutuhan untuk suatu hal yang diinginkan yang akan melahirkan suati pemikiran filsafati. filsafat juga merupakan suatu sikap atau pandangan hidup manusia, karena filsafat seseorang ialah keseluruhan jumlah kepercayaan atau keyakinannya, jadi setiap manusia cenderung mempunyai suatu filsafat hidup atau pedoman hidup.

Filsafat bukan semata-mata permainan alam pikiran yang hanya untuk memenuhi hasrat keingintahuan manusia, tetapi filsafat mempunyai fungsi dalam kehidupan manusia. Ada beberapa alasan mengapa kita memerlukan filsafat, yaitu bahwa :
1. filsafat membantu manusia dalam mengambil keputusan dan tindakan dalam kehidupannya.
2. filsafat sedikit banyaknya dapat mengurangi kesalahpahaman dan konflik dalam hidup.
3. untuk dasar menghadapi banyak kesimpangsiuran banyak hal dalam dunia yang selalu berubah

Filsafat dan Pendidikan
Tidak semua masalah kependidikan dapat dipecahkan dengan menggunakan metode ilmiah. Karena banyak di antara masalah-masalah kependidikan tersebut yang merupakan pertanyaan filosofis, yang memerlukan pendekatan filosofis pula dalam pemecahannya. Analisa filsafat terhadap masalah-masalah kependidikan tersebut, akan dapat menghasilkan pandangan-pandangan tertentu mengenai masalah-masalah kependidikan tersebut, dan atas dasar itu bisa disusun secara sistematis teori-teori pendidikan. Disinilah bisa kita lihat salah satu keterkaitan antara keduanya

Filsafat juga berfungsi mengarahkan agar teori-teori dan pandangan filsafat pendidikan yang telah dikembangkan tersebut bisa diterapkan dalam praktek kependidikan sesuai dengan kenyataan dan kebutuhan hidup yang juga berkembang dalam masyarakat. Merupakan kenyataan bahwa setiap masyarakat hidup dengan pandangan dan filsafat hidupnya sendiri-sendiri yang berbeda antara satu dengan yang lainnya. Filsafat juga merumuskan sistem atau teori pendidikan ( science of education) yang meliputi politik pendidikan, kepemimpinen pendidikan atau organisasi pendidikan, metodologi pendidikan dan pengajaran termasuk pola-pola akulturasi dan peranan pendidikan dalam pembangunan masyarakat dan negara.

Hubungan antara Manusia,Filsafat, dan Pendidikan
Filsafat adalah induk dari ilmu pengetahuan (mater scientiarium) yang melahirkan banyak ilmu pengetahuan yang membahas sesuai dengan apa yang telah dikaji dan diteliti didalamnya. Dalam ilmu pengetahuan, filsafat mempunyai kedudukan sentral, asal, atau pokok. Karena filsafat satu-satunya yan telah mencapai kebenaran atau pengetahuan. Filsafat akan memberikan alternatif mana yang paling baik untuk dijadikan pegangan manusia.

Filsafat memberikan dasar-dasar yang umum bagi semua ilmu pengetahuan, Di samping itu filsafat juga memberikan dasar-dasar yang khusus yang digunakan dalam tiap-tiap ilmu pengetahuan.Dasar yang diberikan oleh filsafat yaitu mengenai sifat-sifat ilmu dari semua ilmu pengetahuan. Filsafat juga memberikan metode atau cara kepada setiap ilmu pengetahuan

Filsafat berarti cinta akan kebijaksanaan. Jadi seorang filosof adalah orang yang mencintai kebijaksanaan dan hikmat yang mendorong manusia itu sendiri untuk menjadi orang yang bijaksana dalam menjalani hidup. filsafat memberikan pedoman hidup kepada manusia, Dengan akal, filsafat memberikan pedoman hidup untuk berpikir guna memperoleh pengetahuan. Dengan rasa dan kehendak maka filsafat memberikan pedoman tentang kesusilaan mengenai baik dan buruk

Antara ketiga komponen, yaitu manusia, filsafat, dan pendidikan sangat erat hubungannya. Manusia diahirkan sebagai bayi yang tidak bisa melakukan tanpa bantuan orang lain. Dalam proses kehidupan, manusia akan dihadapkan dengan berbagai masalah kehidupan. Untuk dapat memilih dan melaksanakan cara hidup yang baik. Manusia memerlukan pendidikan. Dengan pendidikan manusia akan menjadi lebih dewasa dan bertanggung jawab

Peran filsafat dalam kehidupan manusia disini yaitu sebagai pola pikir manusia yang yang bijaksana, arif dalam menjalani suatu kehidupan..sesuai dengan pengertiannya dari segi etimologi. Filsafat akan mengajarkan dan melatih manusia untuk bersikap yang bijaksana dalam hidup. Terkadang dengan berfikir filsafat, sseorang akan mempunyai suatu filsafat hidup atau pandangan atau pedoman hidup yang baik. Dengan keterkaitan itu manusia akan menjadi manusia yang lebih dewasa, percaya diri, arif, bijkasana dan bertanggu ngjawab dalam menjalani kehidupan.

B. SARAN
Di dalam kehidupan nyata manusia di hadapkan oleh berbagai macam fenomena. Manusia dituntut untuk menjadi manusia yang peka terhadap perkembangan zaman. Oleh sebab itu manusia diharuskan untuk menjadi manusia yang mempunyai daya fikir yang cerdas dalam menyikapi suatu masalah yang ada. tapi hal itu kurang lengkap tanpa adanya suatu kebijakanaan dan tanggung jawab di dalamnya.
Beberapa rumusan tujuan umum bagi ilmuwan muda ketika mempelajari filsafat yaitu untuk lebih memanusiakan diri, mendidik dan membangun diri, untuk membangun kebiasaan bersikap objektif , untuk menghilangkan egoisme (kepicikan) dan membuat kita memiliki pandangan yang luas dan bijak dalam menyikapi berbagai masalah hidup dan kehidupan. Selain itu filsafat juga menjadikan kita menjadi diri sendiri , memiliki cara berpikir yang disempurnakan dan memiliki sikap kritis terhadap berbagai hal. Sebagai seorang ilmuwan muda yang sedang membangun jati diri mahasiswa perlu menempa diri dengan filsafat agar menjadi ilmuwan yang baik di kemudian hari.

Dengan mempelajari hubungan antara filsafat, manusia, dan pendidikan. Kita akan lebih memahami manfaat-manfaat yang terkandung di dalamnya.kita akan lebih paham tentang hal-hal positif yang akan kita peroleh melalui filsafat dan pendidikan. Kita akan menjadi manusia yang berwawasan luas, cerdas, percaya diri, lebih-lebih kita akan menjadi lebih dewasa, bijaksana dan bertanggung jawab dalam menjalani kehidupan bersama masyarakat.











DAFTAR PUSTAKA


Delfgaauw, Bernard.1992. Sejarah Ringkas Filsafat Barat. Yogyakarta: PT. Tiara Wacana Yogya.

Arifin,H.M. Prof. M.Ed.,1996. Filsafat Pendidikan Islam. Jakarta: Bumi Aksara.

Prasetya,Tri,Drs.1997. Filsafat Pendidikan. Bandung: CV. Pustaka Setia.

Indar,Djumberansjah,H.M., Drs., M.Ed.,1994. Filsafat Pendidikan. Surabaya: Karya Abditama.

Ihsan,Hamdani,H., Drs., Ihsan, Fuad, H.A., Drs., 1998. Filsafat Pendidikan Islam. Bandung: CV. Pustaka Setia.
Ibrahim, Rusli, Drs., MA., 2000. Pengantar Kependidikan. Departement Pendidikan Nasional.


KATA PENGANTAR


Syukur Alhamdulillah penulis panjatkan kepada Tuhan yang Maha Esa, dengan Rahmat, Taufiq, dan hidayah-Nya, penulis telah dapat menyelesaikan makalah Hubungan Antara Filsafat, Manusia, dan Pendidikan ini.

Makalah ini terselesaikan sesuai dengan pembelajaran mata kuliah Filsafat ilmu. Makalah ini berisikan tentang hubungan yang terjadi antara Filsafat,Manusia, dan pendidikan di dalam kehidupan ini.

Penulis menyadari sepenuhnya dengan keterbatasan kemampuan pada diri penulis bahwa penulisan ini masih jauh dengan apa yang dikatakan sempurna. Karena itu, penulis mengharapkan adanya kritik dan saran dari para pembaca demi tercapainya kesempurn aan makalah ini.

Penulis tak lupakan menyampaikan ucapan terimakasih kepada semua pihak yang membantu terselesaikannya makalah ini. Semoga makalah ini benara-benar bermanfaat bagi semua pembaca. Amin.



Gresik, Desember 2007


Penulis




DAFTAR ISI

HALAMAN JUDUL i
KATA PENGANTAR ii
DAFTAR ISI iii

BAB I : PENDAHULUAN 1
A. Latar Belakang 1
B. Rumusan Masalah 2
C. Tujuan Masalah 2
BAB II : PEMBAHASAN 4
A. Manusia dan Filsafat 4
B. Filsafat dan Pendidikan 5
C. Hubungan Antara Filsafat, Manusia, dan Pendidikan 7
a. Kedudukan Filsafat dalam Ilmu Pengetahuan 7
b. Kedudukan Filsafat dalam Kehidupan Manusia 8
BAB III : PENUTUP 11
A. Kesimpulan 11
B. Saran 13
DAFTAR PUSTAKA 15

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar